Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pencegahan Anemia Di MAN 1 Tuban
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2350Kata Kunci:
Tingkat Pengetahuan, AnemiaAbstrak
Anemia merupakan kondisi yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah yang lebih rendah dari nilai normal berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Sebagai protein yang berfungsi mengangkut oksigen, hemoglobin berperan dalam mendistribusikan oksigen ke seluruh jaringan tubuh untuk menunjang berlangsungnya proses metabolisme. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tingkat pemahaman remaja putri terkait berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah terjadinya anemia di MAN 1 Tuban. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Responden yang terlibat berjumlah 124 remaja putri, yang dipilih dari populasi penelitian menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan kuesioner sebagai instrumen penelitian untuk memperoleh data yang berkaitan dengan variabel yang menjadi fokus penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proporsi remaja putri di MAN 1 Tuban yang memiliki pengetahuan baik mengenai pencegahan anemia mencapai hampir separuh dari keseluruhan responden. Dari aspek karakteristik, sebagian besar responden berada pada status IMT normal serta memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir pada jenjang SMA. Adapun berdasarkan kondisi ekonomi keluarga, mayoritas remaja putri berasal dari keluarga yang memiliki pendapatan orang tua ≤ UMR. Remaja putri yang mempunyai pengetahuan memadai mengenai pencegahan anemia umumnya lebih mampu memahami pentingnya menjaga kondisi kesehatan dan menerapkan perilaku preventif dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penerapan pola makan bergizi seimbang, peningkatan konsumsi bahan pangan yang menjadi sumber zat besi, serta kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran. Pemahaman yang semakin baik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap berbagai faktor yang berisiko menyebabkan anemia beserta dampak yang dapat ditimbulkannya.







