Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien Hipertensi Di Poli Jantung RSUD dr. R Koesma Tuban
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2417Kata Kunci:
Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner, Risiko PJK, Usia, Jenis KelaminAbstrak
Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Jutaan orang meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular, dengan hipertensi yang dikenal sebagai faktor risiko signifikan yang memicu timbulnya PJK. Tingginya prevalensi hipertensi serta risiko masalah kardiovaskular yang menyertainya terus menjadi masalah kesehatan yang menuntut strategi pencegahan dan penanganan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemungkinan individu dengan tekanan darah tinggi menderita penyakit jantung koroner saat mereka menjalani pemeriksaan di Klinik Kardiologi RSUD dr. R. Koesma, Tuban.
Penelitian ini menggunakan kerangka kerja deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Variabel peneltian ini risiko penyakit jantung koroner (PJK) pada pasien hipertensi. Penelitian melibatkan 224 pasien hipertensi yang menjalani perawatan di departemen kardiologi RSUD Dr. R. Koesma, Tuban. Sebanyak 144 partisipan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan selanjutnya dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi variabel yang diteliti.
Penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah penderita tekanan darah tinggi berusia antara 45-59 tahun, dan sebagian besar di antaranya adalah laki-laki. Mayoritas pasien hipertensi memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK), sedangkan hampir setengahnya tidak memiliki gejala risiko PJK. Berdasarkan kelompok usia, sebagian besar pasien hipertensi berusia 45-59 tahun memiliki gejala risiko PJK. Berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar perempuan pasien hipertensi memiliki risiko PJK.
Elastisitas pembuluh darah dapat menurun seiring bertambahnya usia, sehingga tekanan darah mudah ditingkatkan dan risiko PJK pada pasien hipertensi pun semakin tinggi. Pada perempuan, munculnya gejala risiko PJK juga dipengaruhi oleh perubahan hormonal maupun gaya hidup. Pengendalian tekanan darah, penerapan pola hidup sehat, serta pemeriksaan rutin diperlukan guna mencegah terjadinya komplikasi kardiovaskular.







