Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Di Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2398Kata Kunci:
Hipertensi, Faktor Risiko, Pola Makan, Aktivitas Fisik, StresAbstrak
Hipertensi adalah salah satu penyakit yang tidak menular dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena angka kejadiannya yang masih tinggi. Tingginya kejadian hipertensi membuktikan yakni upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi di masyarakat belum berjalan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktor risiko kejadian hipertensi pada masyarakat di Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban.
Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan desain deskriptif. Variabel penelitian adalah faktor risiko hipertensi meliputi pola makan, aktivitas fisik, kondisi stres, pola tidur, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Populasi penelitian berjumlah 214 masyarakat dengan sampel sebanyak 140 masyarakat yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi pengukuran tekanan darah, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52 masyarakat (37,1%) memiliki tekanan darah normal, 38 masyarakat (27,1%) mengalami prehipertensi, 34 masyarakat (24,3%) mengalami hipertensi stadium 1, dan 16 masyarakat (11,4%) mengalami hipertensi stadium 2. Hampir setengahnya masyarakat dengan pola makan cukup (45,1%), aktivitas fisik baik (39,6%), stres ringan (44,8%), tidak memiliki kebiasaan merokok (39,3%), dan tidak mengonsumsi alkohol (37,7%) memiliki tekanan darah normal. Selain itu, setengahnya masyarakat dengan pola tidur kurang (50,0%) memiliki tekanan darah normal.
Faktor risiko hipertensi pada masyarakat sebagian besar berada dalam kategori baik yang mencerminkan penerapan perilaku hidup sehat dan didukung oleh aktivitas masyarakat yang aktif serta lingkungan sosial dan keagamaan yang kuat. Meskipun demikian, hipertensi masih ditemukan pada sebagian masyarakat sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif sebagai bentuk pengendalian faktor risiko hipertensi serta mencegah peningkatan kejadian hipertensi di masyarakat.







